Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sukses menggelar event rakyat berskala besar saat peluncuran city branding “Serambi Nusantara” yang dipadukan dengan konser meriah grup band Armada. Ribuan masyarakat memadati kawasan acara hingga malam hari dalam momentum yang disebut menjadi salah satu pesta rakyat terbesar di PPU menjelang era Ibu Kota Nusantara (IKN).
Atmosfer konser semakin pecah ketika Armada Band tampil di atas panggung utama dengan dukungan tata cahaya megah, LED screen raksasa, lighting beam, dan kemeriahan crowd yang memadati area venue. Event tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana konsep event organizer, produksi panggung hiburan, hingga tata artistik konser modern kini menjadi bagian penting dalam membangun branding daerah di Kalimantan Timur.
Peluncuran slogan “Serambi Nusantara” diumumkan langsung oleh Bupati PPU Hamdam Pongrewa pada Sabtu malam (26/8/2023). Acara itu digelar bertepatan dengan semarak HUT ke-78 Republik Indonesia dan sukses menarik ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di PPU dan sekitarnya.

Menurut Hamdam, city branding tersebut menjadi simbol optimisme baru daerah dalam menyongsong pembangunan besar di kawasan Nusantara. Ia menegaskan PPU tidak ingin hanya menjadi daerah penyangga IKN, tetapi ikut menjadi bagian penting dari pertumbuhan kawasan strategis nasional di Kalimantan Timur.
“PPU harus menjadi Serambinya Nusantara,” tegas Hamdam disambut tepuk tangan masyarakat.
Konser Armada Jadi Magnet Ribuan Warga
Kehadiran Armada menjadi daya tarik utama dalam event pesta rakyat tersebut. Sejak sore hari, masyarakat mulai memenuhi area venue untuk menyaksikan konser musik yang dikemas dengan konsep festival modern dan tata panggung spektakuler.
Penampilan Armada dengan visual LED dinamis, efek lighting konser, smoke effect, hingga ambience crowd besar membuat suasana event terasa seperti konser nasional. Selain Armada, panggung hiburan juga dimeriahkan oleh penampilan Cakra Adanu, Plat Merah, dan Pena Dansa.
Acara ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kualitas penyelenggaraan event daerah di Kalimantan Timur, khususnya dalam menghadapi peluang industri kreatif dan hiburan di era IKN. Dukungan tata produksi event profesional kini menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman acara yang menarik, viral, dan memiliki daya tarik besar di media sosial maupun Google Discover.

Tak hanya menjadi hiburan rakyat, event tersebut juga berdampak terhadap perputaran ekonomi lokal. Ratusan pelaku UMKM dilibatkan selama kegiatan berlangsung dan mendapat perhatian besar dari masyarakat yang hadir.
Kegiatan akbar tersebut mendapat dukungan dari Bankaltimtara sebagai sponsor utama.
“Serambi Nusantara” Jadi Simbol Masa Depan PPU
City branding “Serambi Nusantara” sendiri merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten PPU bersama Institut Teknologi Kalimantan. Dari tiga desain logo yang diajukan, masyarakat diberi kesempatan memilih langsung melalui sekitar 10 ribu kupon voting.
Logo terpilih mengandung filosofi kuat yang merepresentasikan identitas daerah, keberagaman budaya, hingga visi besar PPU sebagai gerbang menuju kawasan IKN.
Warna kuning dalam logo melambangkan cita-cita Indonesia Emas 2045, sementara warna merah menggambarkan semangat dan produktivitas masyarakat. Adapun warna hijau menjadi simbol sektor pertanian dan potensi sumber daya alam yang dimiliki PPU.

Unsur huruf “A” dalam desain logo juga menyerupai bentuk Jembatan Pulau Balang yang kini menjadi ikon konektivitas menuju kawasan Nusantara.
Peluncuran city branding tersebut dinilai menjadi contoh bagaimana sebuah event daerah dapat dikemas menjadi momentum branding yang kuat melalui konsep konser rakyat, tata panggung modern, visual artistik, dan keterlibatan masyarakat secara masif.
Bagi industri event organizer nasional, konsep event seperti ini menjadi gambaran bahwa pembangunan kawasan IKN juga membuka peluang besar bagi sektor produksi event, konser musik, festival daerah, hingga creative branding activation di Kalimantan Timur.
Momentum peluncuran city branding seperti ini menunjukkan pentingnya konsep event kreatif dan produksi panggung profesional dalam membangun identitas daerah di era IKN.